Krisis Ulama, Sebuah Fenomena…

Yang dikatakan ulama  ialah orang yang luas ilmu pengetahuannya dalam agama Islam, dan terus menerus mendakwahkan Islam dengan mengajar, bertabligh dan berceramah.  Betapapun tinggi ilmu pengetahuan seseorang, tetapi tidak memiliki banyak ilmu tentang Islam dan tidak terus menerus mendakwahkan Islam,  tidak dianggap sebagai seorang ulama.

Sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka, peranan ulama begitu besar dalam menggerakkan berbagai sektor kehidupan umat dan masyarakat. Mereka berperan dalam segala bidang, baik ekonomi, politik, lebih-lebih pendidikan. Namun dewasa ini, peranan ulama nyaris tidak kelihatan. Mereka sepertinya banyak, namun tidak berfungsi sama sekali, terutama dalam hal penekanan moral bangsa.

Maka muncullah istilah ‘krisis ulama’, yaitu minimnya jumlah ulama yang benar-benar dapat berfungsi sesuai fitrahnya; yakni melayani umat dan bergerak dalam bidang pendidikan dan moral. Memang sejarah mencatat bahwa krisis ulama sudah terjadi pada pertengahan abad ke 13 sejak jatuhnya Baghdad dan hancurnya perpustakaan Darul Hikmah. Dan Islam terus mengalami kemunduran, walaupun di bidang politik masih kuat seperti di Turki, tetapi di bidang ilmu pengetahuan Islam sudah lemah. Namun krisis pada waktu itu belum begitu dirasakan oleh umat.

Perubahan cara pandang hidup masyarakat Indonesia dalam segala bidang, sepertinya juga merasuki dunia ulama. Mereka berlomba-lomba meninggalkan umat menuju kekayaan dan kekuasaan. Nilai ikhlas terabaikan, lebih-lebih dalam hal memperhatikan umat dan dunia pendidikan. Jadilah bangsa Indonesia seakan-akan tidak memiliki ulama yang dapat jadi panutan. Jadi, sebenarnya yang ada saat ini lebih banyak ulama dengan pengertian yang menguasai banyak ilmu agama Islam, tetapi karena dorongan materi, banyak yang tidak berfungsi sebagai ulama. Kebanyakan mereka menjadi pegawai negeri, pegawai kantor Departemen Agama, DPR, ataupun DPRD. Kebanyakan mereka kalau sudah menjadi pegawai, berkuranglah kegiatan dakwahnya. (baca selengkapnya….)

About these ads