Periode 3 Kerajaan Besar: Turki Utsmani, Mughal, dan Safawi

Dalam sejarah peradaban Islam, selain Dinasti Umayyah dan Damaskus dan Andalusia, Abbasyiah di Bagdad, Fatimiyah di Mesir tercatat ada tiga kerajaan besar lainnya yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan Islam, yakni kerajaan Mughal di India, Safawi di Persia, dan Turki Utsman di Turki. Kerajaan Utsmani, disamping yang pertama berdiri, juga yang terbesar dan paling lama bertahan disbanding dua kerajaan lainya.

Makalah ini akan mencoba menguraikan tentang ketiga kerajaan tersebut serta perkembangan dan kemajuan yang dicapai pada masanya masing-masing.

 1)       Turki Utsmani

Berdiri dan Perkembangannya

Pendiri kerajaan ini adalah bangsa Turki dari Kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kira-kira tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persiadan Irak. Mereka masuk Islam sekitar abad ke-9 atau ke-10 M, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Di bawah tekanan serangan-serangan Mongol pada abad ke-13 M, mereka melarikan diri ke daerah Barat dan mencari tempat pengungsian di tengah-tengah saudara-saudara mereka, orang-orang Turki Seljuk, di daratan Asia kecil.[1] Disana di bawah pimpinan Artoghrol, mereka mengabadikan diri kepada Sultan Alaudin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedeang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alaudin mendapat kemenangan. Atas jasa baik itu Alaudin menghadiahkan sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Benzatium. Sejak itu mereka terus membina wilayah barunya yang memilih kota Syukud sebagai ibukota.[2]

Artoghrol meninggal dunia tahun 1289 M. Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Utsman. Putra Artoghrol inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Utsmani. Utsman memerintah antara tahun 120 M-1326 M.   Sebagaimana ayahnya, ia banyak berjasa kepada Sultan Alaudin II dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk dan Sultan Alaudin terbunuh. Kerajaan Seljuk Rum ini kemudian terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan kecil. Utsman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya, sejak itulah kerajaan Utsmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Utsman yang sering disebut Utsman.[3]Kerajaan ini berkuasa selama enam abad hingga kekuasaan Sultan yang berakhir yakni Wahidad-Din berakhir (1418-1922 M)

About these ads