PERTUMBUHAN, KEMAJUAN, KEMUNDURAN DAN KEJATUHAN DINASTI UMAYYAH II DI ANDALUSIA

Sebelum umat Islam menguasai Spanyol, wilayah yang terletak di sekitar Semenanjung Iberia dan membelah benua Eropa dengan Afrika ini dikenal dengan berbagai nama. Sebelum abad ke-5 Masehi, wilayah ini disebut dengan Iberia (Les Iberes), yang diambil dari nama bangsa Iberia (penduduk tertua di wilayah tersebut). Ketika berada di bawah kekuasaan Romawi, wilayah ini di kenal dengan nama Asbania. Pada abad ke-5 M, Spanyol dikuasai oleh bangsa Vandal yang berasal dari bagian Selatan wilayah ini. Sejak itu wilayah ini disebut Vandalusia, yang oleh umat Islam akhirnya disebut ”Andalusia”. Lalu, ketika kekuasaan bangsa Vandal melemah, orang-orang Visigoth yang berasal dari Jerman berhasil menakhlukkan Andalusia.[1]

Selanjutnya Andalusia ini dapat dikuasai oleh kerajaan Visigoth, rajanya bernama Roderick (w.711) yang terkenal memerintah dengan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya. Maka salah seorang Gubernur yang diangkatnya mengadakan penantangan terhadap kesewenang-wenangan itu yaitu gubernur De Graft Julian, yang sebenarnya masih keluarga raja Roderick. Kemudian Julian bermaksud mengadakan perlawanan, tetapi kekuatan yang dimilikinya tidak dapat menandingi kekuatan raja Roderick. Di samping kekejaman yang dilakukan Roderick terhadap rakyat juga ada konflik yang terjadi antara Roderick dengan Julian disebabkan oleh putri Julian, Florinda. Penyebabnya, Raja Roderick telah menodai putri Julian dan menyebabkan putrinya bunuh diri.[2] Untuk membalas kedzaliman itu maka Julian meminta bantuan militer kepada kekuasaan Islam, dengan menawarkan kerjasama kepada tentara Islam yang pada saat itu dipimpin oleh Musa bin Nushair diterima dengan baik, setelah mendapat persetujuan dari khalifah al-Walid bin Abdul Malik. Maka Musa bin Nushair memerintahkan panglima perang Tharif bin Malik untuk melakukan penjajakan awal dengan membawa 500 pasukan diantaranya adalah tentara berkuda untuk memasuki wilayah Andalusia pada tahun 710 M. Pada tahun 711 M, Musa bin Nushair mengutus Thariq bin Ziyad untuk melanjutkan penyerangan ke Andalusia dengan pasukan yang lebih besar. Ini merupakan masa pertama bagi Islam memasuki Andalusia.[3]

Untuk menjelaskan proses pembentukan dinasti bani Umayyah, ada rangkaian peristiwa penting yang harus digambarkan disini, peristiwa pengambil alihan kekuasan para wali ketangan para amir yang disebut dengan periode keamiran, hingga terbentuknya sistem khilafah saat itu. Dari itulah mulai dikenal khilafah bani Umayyah II.

Di samping itu di dalam makalah ini penulis juga akan menjelaskan kemajuan-kemajuan yang dicapai dinasti Umayyah II hingga penyebab kemunduran dan kejatuhannya.

Baca selengkapnya….

About these ads