9.844 Siswa SMA di SUMUT Tidak Lulus

MEDAN — (copas: Media Indonesia) Sebanyak 9.844 siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Sumatra Utara (Sumut) tidak lulus. Mereka harus mengikuti ujian nasional (UN) ulangan, jikan ingin tetap lulus. Sesuai data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), tingkat kelulusan UN siswa Sumut tahun ini hanya mencapai 94,672% dari 184.775. Dengan begitu, sebanyak 9.844 atau sekitar 5,32% peserta UN dinyatakan tidak lulus.

Jika dibandingkan tahun lalu, persentase kelulusan tahun ini turun. Tahun lalu tingkat kelulusan UN Sumut mencapai 98%.

Meski begitu, secara nasional Sumut masih berada di empat besar tingkat kelulusan tertinggi. Untuk tingkat kelulusan teratas terdapat di Bali 97,18%. Kemudian, disusul Provinsi Jawa Barat 97,03% dan Jawa Timur 96,69%.

Sementara itu, beberapa provinsi yang persentase mengulangnya besar, yakni Kalimantan Tengah 39,29%, Kalimantan Timur 30,53%, Sulawesi Tenggara 35,89%, NTT 52,08%,Maluku Utara 41,16%, dan Gorontalo 46,22%.

Ketua Penyelenggara UN Sumut Dwi Anang Wibowo, Minggu (25/4), mengatakan tingkat ketidaklulusan tahun ini masih didominasi siswa dari sekolah menengah kejuruan (SMK), sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, siswa SMK yang tidak lulus sebanyak 5.044 dari total 9.844 peserta. Sementara itu, untuk siswa SMA yang tidak lulus mencapai 3.436 siswa dari 101.987 peserta. Siswa jurusan bahasa merupakan penyumbang terbesar ketidaklulusan itu, yakni 20,31%.

Meski peserta terkecil UN berada di jurusan ini, yakni hanya 64, sebanyak 13 siswa dinyatakan gagal. Rata-rata nilai ujian di jurusan ini mencapai 6,69. Untuk jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA), hanya 2,15% siswanya yang tidak lulus atau 1.164 siswa dari 54.254 peserta. Sementara itu, untuk jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) terdapat 4,74% yang gagal.

“Di antara peserta yang ujian sebanyak 47.669, ada 2.259 orang yang harus mengikuti ujian ulangan,” ujar Anang.

Untuk sekolah Madrasah Aliyah (MA), sebanyak 1.364 dari 19.771 peserta UN dinyatakan tidak lulus. Berbeda dengan di SMA. Untuk MA ini siswa paling banyak gagal ada di jurusan IPA atau mencapai 7,05%. Sementara itu, yang tidak lulus persentase terbanyak kedua di MA untuk program studi IPS mencapai 6,96%. Untuk program studi agama hanya 2,30% yang gagal. Begitu
juga dengan bahasa mencapai 2,42%.

Anang menambahkan, perwakilan kabupaten/kota diharapkan langsung memberikan hasil UN ini kepada kepala sekolah masing-masing.
“Jadi, diagendakan masing-masing sekolah baru mengumumkan hasilnya pada Senin (26/4), pukul 15.00 WIB. Jadi, jangan ada yang mendahului dari yang dijadwalkan,” ungkapnya.

Dia menuturkan, jadwal pengumuman hasil UN tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Tahun lalu pengumuman harus diundur seminggu dan pengumuman UN SMK di Sumut harus terbengkalai karena kesalahan kode ujian selama ujian. Bahkan, empat jurusan SMK harus diumumkan terpisah karena kesalahan kode mata pelajaran kejuruan.

Namun, tahun ini pengumuman dapat dilakukan tepat sesuai jadwal. Anang mengakui bahwa ada imbauan dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh agar tiap provinsi menyediakan tim psikologi untuk menangani siswa yang tidak lulus. Namun, imbauan itu bergantung bagaimana kebijakan kabupaten/kota masing-masing.

Disdik Provinsi hanya memberikan hasil dari pusat ke daerah dan yang tahu bagaimana reaksinya adalah daerah. “Itu dari
kabupaten/kota, bagaimana mereka saja,” tuturnya.

“Bagi yang gagal atau tidak lulus bisa mengikuti UN ulangan pada tanggal 10, 11, 12, dan 14 Mei,” tandasnya.

Pihaknya mengarisbawahi pelaksanaan UN pada 12 Mei ini. Sebab, hari itu bertepatan pelaksanaan Pemilukada Kota Medan.

“Kami nanti akan memberikan surat edaran jika ada yang berubah dari tanggal yang ditetapkan. Petunjuknya itu datang dari pusat,” ungkapnya.

Kepada anak didik, Anang juga berharap agar mempersiapkan diri dengan baik.