Memburu Pengkhianat Kemanusiaan

MANUSIA tetaplah manusia, apapun profesi berikut tabiat dan karakter dasarnya. Meski antara satu dengan yang lainnya memiliki segudang perbedaan, tapi ada nilai-nilai kemanusiaan yang sama; yang tak boleh dikhianati oleh kemanusiaan itu sendiri. Dari nilai-nilai inilah kita (sebagai manusia) sadar dan belajar untuk mengerti: “bahwa manusia lainpun punya hak hidup yang sama”.

Manusia memang lahir sekali. Hidup pun sekali. Mati juga sekali. Lahir, hidup, dan mati adalah Karunia Tuhan yang harus dihargai dan dihormati. Nyawa manusia sepenuhnya dalam Kuasa Tuhan. Walaupun ada ribuan jalan untuk mengakhiri kehidupan, tapi manusia hanya ditakdirkan untuk mengambil satu saja, tak boleh lebih. Dan “takdir yang satu itu” mutlak haknya Sang Pencipta Kehidupan dan Kematian itu sendiri.

Adapun manusia, sedikitpun tak punya hak mengambil alih tugas Tuhan ini;  apapun alasannya; termasuk terhadap diri sendiri dengan cara bunuh diri, seperti misalnya yang dilakukan seorang wanita di pusat perbelanjaan Plaza Medan Fair minggu kemaren (25/4/2010), atau melakukan pembunuhan terhadap orang lain seperti  Kasus pembunuhan terhadap ibu-anak di Desa Kelet RT 7 RW I, Kecamatan Keling, Jepara yang diduga berlangsung Sabtu (25/4) dini hari lalu, Karena itu semua merupakan pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Dan Tuhan sendiri tak pernah memberikan ‘mandat’ apapun kepada manusia untuk menggantikan-Nya melenyapkan manusia lain. Dan memang manusia tak pantas menjadi “pedagang” kematian dengan berlagak mewakili dan mengatasnamakan Tuhan…

Sebetulnya, banyak bentuk pengkhianatan kemanusiaan yang dilakukan manusia di bumi ini. Mereka berlindung dibalik kemanusiaan untuk menghancurkan kemanusiaan. Mereka berdalih menumpas kegiatan terorisme dengan cara-cara teroris pula.

Kita sebut dulu Amerika bersama sekutunya disaat menginvasi Irak beberapa tahun kemaren. Apa hak Gedung putih membumi hanguskan Irak dan melenyapkan ratusan ribu anak manusia? Apa hanya sekedar memenuhi nafsu dan ambisi pribadi Bush yang kala itu “merasa” sebagai penguasa dunia?? Memang sebagian manusia Irak ada yang masih hidup, tapi kaki dan tangan mereka sudah hilang, mata juga. Kalaupun ada yang hidup dan utuh, namun pikiran dan hati mereka sakit setiap mengenang detik-detik kematian adik, anak, ayah, ibu dan orang-orang yang dicinta dengan begitu mengenaskan dan di depan mata mereka!! Apa salah mereka? Apakah mereka sudah tidak manusia lagi? Lantas, dimana letak penghargaan terhadap kemanusiaan itu? Apa salah kalau kita sebut para perusak itu sebagai penjahat kemanusiaan?

Nasib ribuan muslim Palestina juga tak jauh beda. Tanah air mereka dirampas setapak demi setapak; setiap detiknya; harga diri mereka dijajakan dengan hina. Bahkan jalan kematian mereka telah pula dimonopoli oleh Zionis Israel dengan satu rasa: “moncong senapan mesin”. Apa sebenarnya hak kaum Yahudi Israel berlaku demikian? Apa mereka menganggap anak Tuhan sehingga boleh semena-mena? Lantas, dimana lagi rasa kemanusiaan itu? Bukankah mereka ini penjahat kemanusiaan juga? Bahkan untuk mendegarkan kecaman saja pun mereka tak mau lagi!!

Heran!! Mengapa anak manusia begitu cepat belajar kekejaman! Bahkan lebih cepat dari cara anak serigala belajar menerkam. Bukankah manusia lahir dari perut manusia? Lalu belajar merangkak, berjalan, dan merasa, juga masih sebagai anak manusia. Kemudian setapak demi setapak menjadi dewasa. Dan bila sekejap kemudian ia lantas menjadi tentara, penguasa, dan entah apa saja; (tentunya dengan pikiran, mental, dan doktrin yang baru); bukankah mereka masih tetap manusia? Lantas mengapa mereka lebih memilih mengkhianati kemanusiaan seakan-akan mereka sudah tidak manusia lagi?

Jangan-jangan mereka memang bukan manusia lagi!!

2 thoughts on “Memburu Pengkhianat Kemanusiaan

  1. ah.. bahkan orang yang “katanya” mengerti agama juga turut melakukan tindakan melawan kemanusiaan. Seperti aksi-aksi terorisme tempo hari….

    saya tidak tahu, apakah tindakan FPI yang ‘terkesan membabi-buta’ juga dapat dikategorikan seperti ini….😦
    Wallahu A’laam

  2. Kok begitu di klik tulisan: “Jangan-jangan mereka memang bukan manusia lagi!!” yang keluar foto-foto BABI NGEPET??

    wkwkwkwkwk………

Comments are closed.