Pengaruh Teknologi Pendidikan dalam Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

Tidak dapat disangkal bahwa teknologi merupaka suatu “kawasan” yang dapat membantu memecahkan persoalan kehidupan umat manusia dari masa ke masa. Dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik banyak dihadapkan pada aneka ragam jenis dan produk teknologi, baik yang dijumpai, dimanfaatkan, dialami, maupun yang dinikmati. Menghadapi situasi dan kondisi seperti ini, peserta didik di jenjang pendidikan dasar perlu diarahkan dan dibekali pendidikan teknologi guna menuju masyarakat yang “melek teknologi”, yaitu bercirikan mampu mengenal, mengerti, memilih, menggunakan, memelihara, memperbaiki, menilai, menghasilkan produk teknologi sederhana, dan peduli terhadap masalah yang berkaitan dengan teknologi.

Maka bagi lembaga pendidikan dan pelatihan yang langsung melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, perlu kiranya menerapkan teknologi pendidikan secara sistematis dengan cara mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari kegiatan belajar-mengajar dalam betuk tujuan pembelajaran yang spesifik, dan dengan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Dan perlu ditekankan bahwa Teknologi Pendidikan dapat dilihat sebagai bidang yang mempunyai perhatian khusus terhadap aplikasi, meskipun prinsip dan prosedurnya berdasar teori. Kawasan Teknologi pendidikan telah berkembang melalui pergulatan antara pengaruh nilai, penelitian, dan pengalaman dalam pembelajaran.

Untuk itulah, dalam kesempatan ini penulis akan membahas seputar pengaruh teknologi pendidikan dalam lembaga pendidikan dan pelatihan. Semoga dengan pembahasan ini kita dapat merumuskan bagaimana sebenarnya posisi teknologi pendidikan/pembelajaran dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

 

Definisi Teknologi Pendidikan/Pembelajaran

Secara historis, istilah teknologi pendidikan (educational technology) dan teknologi pembelajaran (instructional technology) dimaknai oleh sebagian ahli pendidikan secara terpisah. Ada yang menyetujui penggunaan istilah “teknologi pendidikan”, dengan alasan bahwa kata “pendidikan” memberikan cakupan yang lebih luas daripada sekedar menggunakan kata “pembelajaran”. Selain itu mereka juga beranggapan bahwa kata “pendidikan” tersebut merujuk pada aneka ragam lingkungan belajar, termasuk belajar di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan sebagainya, sementara kalau hanya menggunakan istilah “pembelajaran”, tentu cakupannya hanya sebatas di lingkungan sekolah saja. Sedangkan bagi yang setuju dengan menggunakan istilah “teknologi pembelajaran” berpendapat bahwa kata pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi, yakni berkenaan dengan permasalahan belajar dan mengajar, termasuk juga mencakup situasi pelatihan (training). Kedua kelompok ini sepertinya menggunakan alasan yang seimbang untuk membenarkan pendapat mereka masing-masing. Bahkan  pada tahun 1977, AECT memberikan definisi yang berbeda terhadap kedua istilah ini. (Baca selengkapnya…..)