Pembentukan Dinasti Umayyah pada masa Mua’wiyah bin Abi Sufyan

Keturunan umayyah bin Abdul Syam, salah satu suku Quraisy yang dalam sejarah Islam dikenal telah mendirikan pemerintahan dalam dua periode : Damaskus danCordoba.

Di masa pra Islam Bani Umayyah selalu bersaing dengan Bani Hasyim yang juga merupakan klan suku Quraisy.Bani Umayyah lebih berperan didalam masyarakat Mekah. Merekalah yang menguasai pemerintahan dan perdagangan  yang banyak bergantung pada para pengunjung Kabah, sementara  Bani Hasyim adalah orang-orang  yang berekonomi sederhana.[1]

Di masa Khalifah Abu Bakar Siddiq as, Bani umayyah merasa rendah karena kelas mereka berada di bawah kelas kaum Ansar dan Muhajirin. Abu Bakar menyatakan bahwa mereka adalah angkatan yang paling kemudian masuk Islam, dan untuk menjadi setingkat dengan kedua kaum di atas, mereka harus mengikuti perang dalam membela Islam.Dimasa Khalifah Usman bin Affan, yang juga merupakan salah satu anggota Bani Umayyah, Mua’wiyah mendapatkan ketetapan bahwa kepemimpinan Suriah diberikan kepada Bani Umayyah, sebagaimana Mekah dimasa Jahiliyah berada dalam kekuasaan Quraisy.

Masa kekhalifahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah Ibn Abi Sufyan, dimana pemerintahan yang bersifat

Islamiyah berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun),  yaitu setelah al Hasan bin Ali menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Muawiyah ibn Abu Sufyan dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang pada saat itu sedang dilanda fitnah akibat terbunuhnya Ustman Ibn Affan,  perang jamal dan penghianatan dari orang-orang al khawarij dan syi’ah.

Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah Ibn Sufyan mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid Ibn Muawiyah. Muawiyah Ibn Abi Sufyan bermaksud mencontoh monarchi di Persiadan Bizantium. Dia memang menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebut  “khalifah Allah”  dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah.[2]  Selanjutnya akan dijelaskan bagaimana  keberhasilan pemerintahan bani umayyah oleh penguasa Umawiyah terhadap kemajuan peradaban Islam.

Sebab terbentuknya  Bani Umayyah

Nama Bani Umayyah dalam bahasa Arab berarti anak keturunan  Umayyah yaitu  umayyah ibn Abdi Syam ibn Abdi Manaf (silsilah terlampir),  Seorang bangsawan kaya raya yang banyak pula keturunannya sehingga mampu bersaing menghadapi pamannya,Hasyim ibn Abdi Manaf.Bani umayyah baru masuk Islam setelah Nabi Muhammad SAW berhasil menaklukkan kota Mekah (Fathul Makkah). Pada tahun 8 H. Sepeninggal  Rasulullah, Bani umayyah  sesungguhnya telah menginginkan  jabatan  pengganti Rasul (khalifah), tetapi mereka belum berani menampakkan cita-citanya itu pada masa Abu Bakar dan umar.[3]