Isu-Isu Terkait Dan Berpengaruh Bagi Perumusan Kebijakan Pendidikan Islam Di Masa Depan

a)   Globalisasi

Pendidikan Islam adalah suatu system kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun ukhrawi. Sedangkan tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri adalah terwujudnya menusia sempurna. fenomena yang kita saksikan dan kita rasakan saat sekarang ini, teknologi modren telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas Negara, menerobos berbagai pelosok perkampungan dipedesaan dan menyelusup di gang-gang sempit diperkotaan, melalui audio (radio) dan melalui visual (televise, internet dll). Fenomena modern yang terjadi diawal millennium ketiga ini lebih populer dengan sebutan globalisasi.

Sebagai akibatnya, berbagai bentuk media, khususnya televisi dapat dijadikan alat sangat ampuh ditangan sekelompok orang-orang atau golongan untuk menanamkan atau sebaliknya merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengontrol pola pikir seseorang oleh mereka yang mempunyai kekuasaan terhadap media tersebut. Persoalan yang sebenarnya terletak pada mereka yang menguasai komunikasi global tersebut yang memiliki perbedaan perspektif yang ekstrim dengan Islam dalam memberikan krteria nilai-nilai moral. Antara nilai baik dan buruk, antara kebenaran sejati dengan yang artificial. (baca selengkapnya…)

b)  Demokratisasi

Manusia adalah makhluk multidimensional yang dapat ditelaah dari berbagai sudut pandang. Manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani dan yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah aspek kerohaniannya. Manusia akan menjadi sungguh-sungguh manusia kalau ia mengembangkan nilai-nilai rohani (nilai-nilai budaya), yang meliputi: nilai pengetahuan, keagamaan, kesenian, ekonomi, kemasyarakatan dan politik.

Pendidikan merupakan sistem yang mampu membantu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki manusia. Seiring berjalannya waktu pelaksanaan pendidikan banyak mengalami problem padahal peranan pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas kehidupan manusia. Pendidikan Islam sebagai salah satu agen perubahan sosial juga harus mampu menerjang problem yang bergerak dinamis dan proaktif untuk kemajuan dan perbaikan umat Islam. Pendidikan yang dipandang kurang humanis juga sering terjadi dalam proses pendidikan yang berdampak pada perkembangan peserta didik. Tujuan- tujuan pendidikan Islam yang telah dirumuskan dan harus diwujudkanpun jauh dari harapan. Demokratisasi pendidikan dianggap mampu sebagai solusi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang humanis. Pendidikan yang tidak membenarkan adanya intimidasi, pengekangan dan pembatasan terhadap kreatifitas guru dan murid dapat diwujudkan dengan upaya dalam menciptakan demokrasi pendidikan ditandai dengan adanya proses belajar-mengajar yang terbuka dan penuh dialog yang sehat dan bertanggungjawab antara guru dan murid. Suasana humanis dalam pendidikan akan mengantarkan tercapainya tujuan pendidikan Islam. (baca selengkapnya…)

c)   Kemiskinan dan HAM:

Pendidikan merupakan bagian vital dalam kehidupan manusia. Pendidikan (terutama Islam) – dengan berbagai coraknya- berorientasi memberikan bekal kepada manusia (peserta didik) untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, semestinya pendidikan (Islam) selalu diperbaharui konsep dan aktualisasinya dalam rangka merespon perkembangan zaman yang selalu dinamis dan temporal, agar peserta didik dalam pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan hidup setelah mati (eskatologis); tetapi kebahagiaan hidup di dunia juga bisa diraih.

Dalam kenyataannya, di kalangan dunia Islam telah muncul berbagai isu mengenai krisis pendidikan dan problem lain yang amat mendesak untuk dipecahkan. Lebih dari itu, disinyalir bahwa didapati krisis yang terburuk dalam hal pendidikan di kalangan dunia Islam antara lain factor kemiskinan dan HAM. Inilah yang menuntut agar selalu dilakukan pembaharuan (modernisasi) dalam hal pendidikan dan segala hal yang terkait dengan kehidupan umat Islam Pendidikan merupakan hak asasi setiap  warga Negara, berdasarkan pandangan dasar bahwa sikap “indiference” dan “Non-recognition” tidak hanya berakar dari ketimpangan struktur rasial, tetapi paradigma pendidikan multikultural mencakup subjek-subjek mengenai ketidakadilan, kemiskinan, penindasan dan keterbelakangan kelompok-kelompok minoritas dalam berbagai bidang: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. (baca selengkapnya…)

d)  Isu-Isu Terorisme dan Perdamaian Dunia:

Isu-isu global yang terkadang dikaitkan dengan Islam secara langsung maupun tidak, juga menyeret pondok pesantren (ponpes) sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang tertua di Indonesia. Hal paling nyata adalah isu terorisme yang ketika itu dikait-kaitkan dengan Islam. Institusi pesantren secara spontan juga dikaitkan dengan isu yang menarik perhatian global, khusunya negara-negara Barat. Disadari atau tidak, pada dasarnya pengaitan isu terorisme dengan agama akan mendeskriditkan pemeluk agama tertentu. Bahkan, ajaran agama tersebut selalu dicurigai. Memang, aksi kekerasan bisa saja bermotifkan agama. Sentimen agama sering menjadi salah satu penyebab radikalisme dan terorisme. Meski demikian, bukan berarti hal ini muncul dari ajaran agama itu sendiri. Karena interpretasi yang kurang tepat terhadap teks agama oleh kelompok tertentu dan kemudian dijadikan alat untuk men-justification tindakan mereka.

Munculnya ketidak adilan global dan tindakan sewenang-wenang negara yang kuat secara politik, militer, dan ekonomi terhadap bangsa yang lemah seperti yang dilakukan Amerika dan sekutu-sekutunya terhadap Afghanistan, Iraq, dan Palestina menjadi pemicu utama lahirnya tindak kekerasan. Bisa dikatakan bahwa aksi-aksi kekerasan seperti peledakan bom, bom bunuh diri, penyanderaan, dan aksi kekerasan lainnya hanyalah sebagai reaksi atas tindakan terror yang dilakukan negara-negara kuat tersebut. (baca selengkapnya…)