Isu-Isu Terkait dan Berpengaruh Bagi Perumusan Kebijakan Pendidikan Islam di Masa depan Ditinjau dari Kehidupan Lokal

a)      Pertumbuhan Penduduk:

Cepat dan pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia memberikan isu negatif dalam dunia pendidikan yaitu sulitnya pemerintah menampung anak bansa untuk belajar di pendidikan formal. Tentunya hal ini akan berpengaruh bagi perumusan kebijakan pendidikan Islam di masa depan. Tentunya yang menjadi kebijakan pemerintah adalah :

1-      Upaya memperkecil ledakan jumlah penduduk

2-      Mengimbangi jumlah penduduk dengan membangun sarana pendidikan

3-      Mendirikan sekolah kejuruan.

b)     Kemiskinan:

Kondisi rakyat yang miskin sebagai penyebab utama banyak rakyat Indonesia yang putus sekolah terutama pada masyarakat pedesaan khususnya anak-anak nelayan. Kebijakan yang dibuat pemerintah berupa :

1-      Kurikulum yang menunjang sektor pertanian dan perikanan terutama di pedesaan, komunitas nelayan

2-      Membangun sekolah kejuruan yang fungsional

c)      Pengangguran:

Jumlah pengangguran dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya sumber daya manusia (SDM) rakyat Indonesia. Pendidikan di Indonesia belum mampu menciptakan lulusan yang siap pakai. Dalam mengatasi hal tersebut di atas pemerintah juga mempunyai program kebijakan dalam dunia pendidikan yaitu untuk SMK sebanyak 70 % dan 30 % untuk SMU.

d)     Isu Penyetaraan Gender:

Pada masa sebelum Islam kaum wanita dianggap seperti benda yang bisa diperjual belikan dan juga dijadikan sebagai pemuas syahwat bagi kaum laki-laki. Setelah Islam datang maka kaum wanita sama derajatnya di dalam memperoleh pendidikan. Begitu juga kebijakan pemerintah memberikan peluang bagi kaum wanita untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria sehingga mereka dapat duduk bersama di dalam satu kelas.

e)      Perbedaan, Keragaman Potensi Konflik:

Dengan adanya berbagai macam suku, agama dan ras di Indonesia diisukan akan memberikan dampak yang negatif dalam dunia pendidikan, terutama kepada peserta didik yang sering kita saksikan bersama sering terjadi tawuran karena perbedaan sekolah/ kampus dan mungkin juga karena disebabkan perbedaan suku dan agama. Hal ini dikhawatirkan dapat mengancam dunia pendidikan di Indonesia. Kebijakan yang telah dilakukan berupa pemantapan persatuan Bangsa dan kesatuan Negara berupa penghormatan terhadap simbol-simbol Nasional.

f)       Demokratisasi Politik Dan Ekonomi:

Demokratisasi pendidikan yang menjadi salah satu gagasan kunci dalam wazana pendidikan krisis dapat dikatakan merupakan salah satu prasyarat penting bagi pertumbuhan sistem polotik demokratis. Demokrasi adalah peaceful resolutionof conflict, tetapi dalam realitanya menggunakan mob politics, money politics     dan sebagainya. Kebijakan yang dibuat pemerintah berupa komite sekolah yang melibatkan unsur-unsur masyarakat yang berfungsi sebagai lembaga kontrol.

g)      Pembangunan Berkelanjutan:

Kondisi kebijakan pendidikan di Indonesia selalu berubah-ubah. Hal ini disebabkan oleh orang-orang yang duduk di dalam lembaga pendidikan (Menteri Pendidikan), misalnya tidak mau menjalankan kebijakan pendidikan pendahulunya, akan tetapi yang dilakukan adalah membuat kebijakan baru dalam pendidikan. Dalam hal ini pemerintah berupaya membuat kebijakan pendidikan program jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

baca selengkapnya…