Kebijakan Kelembagaan Pendidikan Keagamaan Madrasah Diniyah

Madrasah Diniyah adalah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada pelajar-pelajar yang merasa kurang mendapat pelajaran agama Islam di sekolahnya. Keberadaan lembaga ini sangat menjamur di masyarakat, merupakan sebuah kebutuhan pendidikan anak-anak para dewasa. Apalagi memiliki legalitas dari pemerintah melalui perundang-undangannya. Kelegaan ini menuntut Madrasah Diniyah untuk memiliki kurikulum yang mengedepankan keaministrasian yang mapan serta managemen yang profesional.

Lembaga Pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah pada umumnya merupakan pendidikan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada anak didik / santri yang berusia dini untuk dapat mengembangkan kehidupannya sebagai muslim yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh serta berakhlak mulia dan menjadi warga negara yang berkepribadian, sehat jasmani dan rohaninya dalam menata kehidupan masa depan.

Madrasah Diniyah Awaliyah adalah merupakan tema besar dengan muatan yang sarat topik permasalahan dan menjadi penilaian kritis, di satu sisi Madrasah Diniyah Awaliyah dianggap memiliki keunggulan komparatif karena diyakini mampu mengantarkan peserta didik / santri kepada ranah yang lebih komprehensif, meliputi aspek-aspek intelektual, moral spiritual dan sekaligus keahlian ilmu modern, namun disisi lain Madrasah Diniyah Awaliyah sebagai gerakan masyarakat belum mampu menunjukkan performa dan prestasi yang memuaskan, bahkan timbul kesan stigmatik manakala menyebut Madrasah Diniyah Awaliyah, maka yang tergambar adalah sekolah yang kurang maju dan sangat lamban untuk menerima ide-ide pembaruan.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kementerian Agama dalam memajukan dan meningkatkan kualitas Madrasah Diniyah Awaliyah, baik dari segi kelemahan Sumber Daya Manusia (SDM), maupun kurikulum telah banyak dilakukan, pencitraan Madrasah Diniyah Awaliyah sebagai lembaga pendidikan kelas dua sebenarnya tidak lagi menemukan justifikasinya sejak diterapkannya UU No. 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, kemudian dikukuhkan oleh UU No. 20 Tahun 2003 dan ditambah keluarnya PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, tetapi lebih dari pada pengakuan yang mantap bahwa Madrasah Diniyah Awaliyah adalah bagian dari sistem Pendidikan Nasional meskipun pengelolaannya dibawah naungan Kementerian Agama.

baca  selengkapnya…