Kebijakan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Agama Islam (PTAI)

Hal yang substansial Pasca dikeluarkan SKB Tiga Menteri tahun 1975 adalah kesamaan dan kesetaraan madrasah dengan sekolah. Denagan demikian tamatan madrasah dapat melanjutkan studinya keperguruan tinggi umum  dalam berbagai  bidang keilmuan baik yang tergolong ilmu-ilmu kealaman,sosial maupun humaniora. Selanjutnya Pada tahun 1960 PTAIN di Yogyakarta  digabung denagn ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) di Jakarta, berdasarkan  Peraturan Presiden Republik Indonesia No.11 Tahun 1960 tertanggal  9 Mei 1960 diresmikan menjadi Institut Agama Islam Negeri  (IAIN). Dalam perkembangan berikutnya fakultas-fakultas  IAIN  yang berada di luar induknya ,diresmikan pula menjadi STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri).

Pada tahun 1997 berdasarkan  Surat Keputusan Presiden No.11 Tahun 1997 tanggal  21 Maret 1997, yang  pengelolaanya terpisah dari IAIN. Pada saat sekarang ini  Konsentrasi IAIN dan STAIN adalah pengembangan ilmu-ilmu agama. Menyikapi  era global dengan tuntutan yang semakin berkembang serta cita-cita untuk mengintegrasikan ilmu yang tergolong  Perennial  knowledge dengan ilmu yang tergolong acquired knowledge ; 3 (kutipan)     maka muncullah Universitas Islam Negeri (UIN). Sampai sekarang telah terbentuk enam UIN yang berasal dari IAIN  dan STAIN, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Malang ,UIN Syarif Qasim Pakan Baru,UIN Sunan Gunung Jati Bandung,dan UIN Alauddin Makassar. Dengan terbentuknya UIN maka perkembangan ilmu pun menjadi bervariasi pula.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 34 Tahun 1950, sedangkan Pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan  Pengajaran  dan Kebudayaan  No.K/I/14641 Tahun 1951 (Agama)Tujuan PTAIN  adalah untuk memberi pengajaran tinggi  dan menjadi pusat memperkembangkan dan memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama Islam dan tujuan tersebut diletakkan asas untuk membentuk manusia susila dan cakap serta mempunyai keinsyafan bertanggung jawab,Sedangkan ADIA memiliki tujuan “guna mendidik dan mempersiapkan pegawai negeri  akan mencapai  ijazah pendidikan semi akademi dan akademi untuk dijadikan ahli didik agama pada sekolah-sekolah lanjutan baik umum maupun kejuruan dan agama.

baca selengkapnya