Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi

Ilmu diartikan sebagai sekumpulan pengetahuan yang telah disistematisasi, dikumpulkan dan diterima menurut pengertian kebenaran umum, mengenai keadaan suatu objek atau objek tertantu dengan artian ilmu yang telah tersusun sistematis akan dapat ditransformasikan dengan baik jika dapat berintegrasi dengan objek lainnya baik itu dengan informatika maupun dengan prangkat teknologi tepat guna lainnya. Artinya integrasi dengan perangkat lainnya sangat dibutuhkan adanya dengan dukungan SDM yang memadai untuk memilih dan melaksanakan model atau metode yang tepat pula dan  ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri harus berdampingan dengan subtansi  lainnya, karena tanpa sinerji dengan subtansi lainnya pengetahuan atau ilmu itu tidak dapat digunakan sepenuhnya.

Dengan mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, fungsi manusia sebagai khalifah fil ardi dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya melalui penguasaan teknologilah dapat dipermudah dalam berbagai hal misalnya penentuan awal bulan qomariah, awal ramadhan, mengitung zakat bahkan hingga sampai pada informasi teknologi dapat diakses dengan cepat dan tepat

Menguasi ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, dengan penafsiran teknologi informasi untuk pembelajaran akan dapat mempercepat kemajuan pembelajaran disekolah. Maka optimalisasi pemanfaatan computer, internet. CD room untuk pembelajaran murid hanya mungkin dilakukan melalui inovasi sekolah. Pemanfaatan, peluang dan respon terhadap tantangan era informasi bermuara pada wujud sekolah alam maya. Dan percepatan  informasi.

Dengan kemunculan Informasi dan teknologi amat sangat membantu berjalannya proses pendidikan baik untuk guru maupun untuk siswa dari strata terendah hingga perguruan tinggi amat penting penggunaan informsi teknologi mengingat kemudahan, kecepatan, ketepatan, keakuratan baik dari efisien waktu maupun  biaya dapat ditekan sekecil mungkin dalam penggunaannya.

Undang-Undang no 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan Undang-Undang nomor 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan Pusan dan Daerah, serta Undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang system pendidikan, perubahan dalam bidang pendidikan merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Desentarisasi pendidikan menawarkan paradigma baru bagi kepala sekolah untuk lebih mandiri dan mengembangkan seluruh sumber daya sekolah menjadi unggul. Tuntutan tersebut diperkirakan berimplikasi terhadap penyususnan kurikulum.

baca selengkapnya