Pengembangan Profesional dan Profesionalisme

Pengembangan profesional secara luas diterima sebagai dasar untuk peningkatan kinerja organisasi, hal itu merupakan  tugas inti manajemen dan kepemimpinan. Hal ini juga berlaku untuk manajemen sekolah ini, terbukti dari kepentingan yang melekat pada pengembangan profesional guru selama beberapa dekade oleh negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, misalnya OECD, 1982, 1988, dan 2001. Selain itu,  satu yang khas adalah fitur pengembangan guru adalah terfokus pada sebuah kelompok kerja yang berstatus profesional serta kondisi pelayanan bervariasi antara negara dan, memang, dari waktu ke waktu dalam satu negara. Pengembangan dan pengelolaan profesional guru dijadikan satu pertimbangan tersendiri yang dianggap penting untuk dilaksanakan.

Tujuan pembahasan ini ialah untuk mengetahui implikasi kepemimpinan sekolah dan pengelolaan pengembangan yang dipilih dalam teori, penelitian kebijakan, dan praktik dalam pengembangan profesional dan profesionalisme guru. Meskipun banyak yang mengangkat isu-isu ini menjadi sebuah penelitian, termasuk pengembanagan kepemimpinan, namun disebabkan luasnya cakupan dan pembahasan, masalah ini terus dianggap menarik untuk diteliti.

Adapun fokus kerja utama dalam pengembangan profesional yang akan dibahas disini mencakup beberapa hal berikut:

  • proses pendidikan, pelatihan, pembelajaran dan aktivitas pendukung yang berkelanjutan;
  • berlangsung baik dalam pengaturan eksternal atau berbasis kerja;
  • proaktif terlibat dalam kerangka kualitas dan profesional guru, serta kepemimpinan kepala sekolah lainnya.
  • proaktif dalam guru yang berkualitas, guru kepala dan pemimpin sekolah lainnya.
  • ditujukan terutama untuk mempromosikan pembelajaran dan pengembangan keterampilan dan pengetahuan profesional mereka serta  nilai-nilai.
  • untuk membantu mereka dalam memutuskan dan menerapkan perubahan yang dinilai dalam proses mengajar serta prilaku kepemimpinan
  • membantu mereka dalama mendidik siswa yang  lebih efektif
  • membantu mereka dalam mencapai keseimbangan yang disepakati antara individu, sekolah dan kebutuhan nasional

Perubahan eksternal

Mungkin  pengaruh paling kuat pada manajemen pengembangan profesional dan profesioanlisme yang telah dihasilkan oleh reformasi nasional yang luas diperkenalkan banyak negara selama tahun 1990-an berdasarkan perubahan politik yang dilakukan banyak negara, berdampak pada kepemimpinan sekolah yang harus  semakin bekerja keras dalam dalam melakukan berbagai perubahan dalam meningkatkan standar prestasi terutama diprioritaskan pada tercapainya tujuan dan  visi pendidikan yang mereka inginkan. Namun dilemma yang muncul adalah bagaimana mengelola  pelaksanaan agenda perubahan eksternal yang berat tersebut, sehingga mampu mempromosikan sekolah sekaligus melakukan perbaikan pada pengembangan profesional yang terkait pada sekolah mereka.

Sifat dan tingkat dilema ini tentu bervariasi sesuai dengan situasi di masing-masing sekolah dan dengan isi dan ruang lingkup reformasi nasional yang berkembang. Sebagai contoh, banyaknya negara melakukan sistem desentralisasi, yaitu mengalihkan tugas manajemen sekolah ke tingkat lokal atau sekolah masing-masing. Dalam situasi ini sekolah memperoleh beberapa kekuasaan dalam pengelolaan pendidikan.  Beberapa negara seperti Hungaria, Inggris dan Wales telah memperkenalkan   bentuk deregulasi nee-liberal, khususnya promosi meningkatnya kompetensi antar sekolah, dengan keyakinan bahwa situasi mekanisme  pasar akan mempromosikan peningkatan kualitas. Dalam hal ini banyak negara lain yang kemudian mengadopsi  strategi dan kebijakan reformasi pendidikan tersebut dengan melakukan berbagai perluasan, sesuai dengan kondisi serta pendanaan masing-masing. baca selengkapnya….